background
anda disini: HOME > NEUROPSIKOSTIMULASI > TMS

TMS



TMS adalah metode terapi non invasif untuk menstimulasi area tertentu pada otak yang mengalami gangguan berupa peningkatan ataupun pengurangan aktivitas sel saraf otak.


Cara kerja

Sebuah alat berupa coil yang menginduksi medan magnet ditempelkan pada kepala selama 30-45 menit.  Kemudian dapat terjadi stimulasi ataupun inhibisi pada bagian otak yang terganggu. Setelah dilakukan TMS selama beberapa sesi akan terjadi perbaikan jangka panjang pada aktivitas bagian otak tersebut.

Indikasi TMS pada gangguan psikiatri mencakup:

         ADHD

         Depresi

         Kecemasan

         Gangguan Panik

         Skizofrenia

         Autisme

         Gangguan Belajar

         Post traumatic stress disorder

 

Penelitian yang mendukung

1.      Cao dkk (2018). Perbaikan perhatian, kemampuan belajar, dan gejala lain pada anak dan remaja dengan ADHD

2.      Diefenbach (2018). Pada pasien dengan gangguan kecemasan, TMS menurunkan tingkat kecemasan

3.      Sokhadze et al. (2014). Terapi TMS pada anak dengan autis mampu meningkatkan konsentrasi, dan memperbaiki perilaku

4.      Brunoni et al. (2017). TMS memperbaiki gejala depresi dan menurunkan angka kekambuhan depresi pada anak dan remaja

Keamanan dan tolerabilitas

Keamanan TMS telah diteliti oleh Allen et al (2017) yang menganalisa 67 penelitian penggunaan TMS pada anak dan remaja. Dari Penelitian tersebut tidak ada efek samping serius ketika protokol TMS dilakukan dengan benar.

Keuntungan Terapi menggunakan TMS

1.      Telah didukung data penelitian

1.      Non invasif

2.      Efek samping hampir tidak ada


2